Definisi Pengiriman Ambang Batas (Threshold Delivery)

Dua pekerja logistik dengan helm dan rompi oranye berdiskusi di area pelabuhan dengan latar belakang kontainer kargo. Terdapat papan kuning bertuliskan 'INFO LENGKAP PENGIRIMAN AMBANG BATAS' di sisi kiri gambar.

Pengiriman ambang batas dalam logistik merujuk pada strategi yang digunakan untuk mengoptimalkan pengiriman barang dengan menetapkan batasan biaya atau volume tertentu yang harus dipenuhi agar pengiriman menjadi lebih efisien. Tekan tombol di bawah ini untuk menghubungi Tim Bisnis kami dan mendapatkan informasi lengkap tentang layanan Deliveree yang dirancang untuk menunjang logistik secara efisien dan transparan.

Cek Tarif EkspedisiCEK ONGKIRwhatsapp logoWA TIM BISNIS

Apa yang Dimaksud dengan Pengiriman Ambang Batas?

Pengiriman ambang batas (threshold delivery) dalam logistik merujuk pada konsep penentuan batas tertentu dalam volume atau biaya pengiriman yang dianggap optimal untuk efisiensi. Ambang batas ini menentukan jumlah minimum atau maksimum barang yang perlu dikirim untuk memaksimalkan efisiensi biaya atau mencapai keuntungan yang lebih baik dalam operasional pengiriman. Pengiriman ambang batas membantu perusahaan untuk menyesuaikan strategi logistik mereka sehingga tidak terjadi pengiriman yang kurang efisien baik dari segi biaya maupun waktu, dengan mempertimbangkan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi operasional pengiriman.

Bagaimana Konsep Ambang Batas Digunakan untuk Mengoptimalkan Pengiriman Barang?

Konsep ambang batas digunakan untuk memastikan bahwa setiap pengiriman memenuhi jumlah minimum atau maksimum barang yang seharusnya untuk mengoptimalkan biaya dan waktu. Dalam hal ini, perusahaan dapat mengelompokkan pengiriman barang yang memiliki volume serupa untuk meminimalkan biaya transportasi dan menghindari pengiriman yang terlalu sedikit atau terlalu banyak. Dengan menggunakan ambang batas, perusahaan juga dapat menghindari pemborosan ruang di dalam kendaraan pengangkut atau kontainer. Dengan cara ini, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi frekuensi pengiriman yang tidak perlu, serta memastikan bahwa biaya pengiriman lebih terkontrol.

Apa Saja Faktor yang Memengaruhi Penentuan Ambang Batas dalam Pengiriman?

Penentuan ambang batas dalam pengiriman dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, antara lain:

  1. Biaya transportasi: Biaya bahan bakar, biaya sewa kendaraan, dan tarif pengangkutan sangat berpengaruh dalam menentukan ambang batas, karena perusahaan perlu memastikan bahwa biaya yang dikeluarkan untuk pengiriman barang lebih rendah daripada pendapatan atau margin yang diperoleh.
  2. Volume dan berat barang: Jumlah dan ukuran barang yang akan dikirim menentukan seberapa besar kapasitas pengiriman yang diperlukan. Barang yang lebih berat atau besar mungkin memerlukan ambang batas yang lebih tinggi untuk mencapai efisiensi.
  3. Jadwal pengiriman: Pengaturan waktu pengiriman juga memainkan peran penting dalam menentukan ambang batas. Beberapa pengiriman membutuhkan pengaturan waktu yang lebih ketat, yang dapat memengaruhi ambang batas untuk mencapai pengiriman tepat waktu.
  4. Kebijakan pelanggan: Preferensi atau kesepakatan dengan pelanggan juga dapat memengaruhi penentuan ambang batas, seperti jumlah minimum barang yang harus dipesan untuk pengiriman atau frekuensi pengiriman yang diminta.

Bagaimana Perusahaan Menentukan Ambang Batas Biaya Pengiriman yang Efisien?

Perusahaan menentukan ambang batas biaya pengiriman yang efisien dengan menghitung berbagai biaya yang terlibat dalam proses pengiriman dan mencari titik optimal di mana biaya per unit barang dapat diminimalkan. Beberapa langkah yang dapat diambil termasuk:

  1. Analisis biaya operasional: Menghitung biaya tetap dan variabel dalam pengiriman barang, termasuk biaya bahan bakar, tarif pengangkutan, biaya tenaga kerja, dan biaya lainnya. Perusahaan kemudian menentukan volume pengiriman yang optimal untuk mencapai penghematan biaya.
  2. Pemantauan dan evaluasi kinerja pengiriman: Melakukan evaluasi rutin terhadap biaya pengiriman dan membandingkannya dengan volume yang dikirimkan. Berdasarkan data ini, perusahaan dapat menyesuaikan ambang batas untuk memastikan biaya tetap efisien.
  3. Menggunakan teknologi untuk perencanaan pengiriman: Memanfaatkan perangkat lunak perencanaan pengiriman dan algoritma optimasi untuk menentukan ambang batas yang menguntungkan berdasarkan data riil yang tersedia tentang rute, kapasitas kendaraan, dan jadwal pengiriman.
  4. Negosiasi dengan penyedia layanan logistik: Perusahaan juga dapat menegosiasikan tarif pengiriman dengan penyedia layanan logistik untuk mencapai tarif yang lebih kompetitif dan mendukung penetapan ambang batas biaya pengiriman yang efisien.

Bagaimana Pengiriman Ambang Batas dapat Membantu Mengurangi Biaya Operasional?

Pengiriman ambang batas dapat mengurangi biaya operasional dengan cara mengoptimalkan penggunaan sumber daya yang tersedia. Dengan menetapkan ambang batas yang tepat, perusahaan dapat:

 

  1. Mengurangi frekuensi pengiriman: Menyusun jadwal pengiriman yang lebih efisien, di mana barang dikirimkan dalam jumlah lebih besar dalam satu kali perjalanan, sehingga mengurangi jumlah perjalanan yang diperlukan.
  2. Mengoptimalkan kapasitas kendaraan: Dengan menentukan ambang batas volume atau berat barang yang tepat, perusahaan dapat memastikan bahwa kapasitas kendaraan atau kontainer digunakan seefisien mungkin, tanpa ada ruang kosong yang terbuang.
  3. Mengurangi pemborosan waktu dan biaya tenaga kerja: Pengiriman yang lebih terjadwal dan terorganisir membantu meminimalkan waktu yang dibutuhkan untuk mempersiapkan dan mengirim barang, serta memaksimalkan produktivitas tenaga kerja.
  4. Mengurangi biaya penyimpanan dan inventaris: Dengan mengatur ambang batas pengiriman yang tepat, perusahaan dapat mengurangi kebutuhan untuk menyimpan barang dalam inventaris terlalu lama, yang pada gilirannya mengurangi biaya penyimpanan.

Apa Risiko yang Mungkin Terjadi jika Ambang Batas Pengiriman Tidak Dikelola dengan Baik?

Jika ambang batas pengiriman tidak dikelola dengan baik, beberapa risiko yang mungkin terjadi antara lain:

  1. Pemborosan biaya: Jika ambang batas terlalu rendah, perusahaan mungkin akan melakukan pengiriman yang tidak efisien, mengarah pada biaya transportasi yang lebih tinggi per unit barang. Sebaliknya, ambang batas yang terlalu tinggi dapat menyebabkan terjadinya penumpukan barang yang tidak diperlukan, meningkatkan biaya penyimpanan.
  2. Keterlambatan pengiriman: Penentuan ambang batas yang buruk bisa menyebabkan keterlambatan dalam pengiriman barang, karena kendaraan atau pengangkut tidak terisi penuh, mengakibatkan jadwal pengiriman menjadi tidak efisien.
  3. Kehilangan pelanggan atau reputasi: Jika pengiriman tidak dilakukan dengan tepat waktu atau dengan cara yang tidak efisien, ini bisa mempengaruhi hubungan dengan pelanggan dan merusak reputasi perusahaan.
  4. Kehilangan peluang bisnis: Pengiriman yang tidak efisien bisa membuat perusahaan kehilangan peluang untuk mengurangi biaya atau meningkatkan margin keuntungan, karena kapasitas yang tidak teroptimalkan.

Pengelolaan ambang batas yang baik sangat penting untuk mencapai keseimbangan antara efisiensi biaya dan kebutuhan operasional, serta menjaga hubungan baik dengan pelanggan.

Layanan Door-to-Door Deliveree

Layanan door-to-door Deliveree dirancang untuk memberikan kemudahan dan efisiensi dalam proses pengiriman barang. Dengan layanan ini, barang diambil langsung dari lokasi pengirim dan dikirimkan langsung ke alamat penerima tanpa perlu proses tambahan, seperti pengantaran ke pusat distribusi atau pelabuhan.

Apa Keunggulan Layanan Door-to-Door Deliveree?

Deliveree memastikan bahwa layanan door-to-door memberikan pengalaman pengiriman yang mulus dan nyaman. Berikut adalah keunggulan utama layanan ini:

FiturPesan Kendaraan
HargaPer jenis kendaraan
Pilihan TrukPilih sendiri
KapasitasSeluruh ruang kargo
KontrolSesuai keinginan
LayananDisesuaikan kebutuhan
Pick-upTercepat di hari yang sama
RuteLangsung ke lokasi tujuan
KecepatanLangsung
ETASesuai jadwal pilihan
AsuransiTersedia
BantuanLive CS 24/7
Akun BisnisTersedia

Axel Pangilinan

Head of Business Deliveree, berpengalaman 9+ tahun di logistik. Berfokus pada inovasi strategi bisnis Deliveree.

scroll

Blog ini hanya tersedia di bahasa Inggris . Klik dibawah ini untuk melihat di Inggris.

flag indonesia
Kembali